27 Maret 2009

(Sabtu / Kraitong Blog) - Kembali hari ini mengingatkan pertandingan yang belum bisa dilupakan. Yaitu saat tebentuknya team sebelum Kraitong ada. Yaitu team IPF. SC. IPF. SC (Independent Pegasus Fungky .Soccer Club), begitu kepanjangannya. Tetapi biasa juga disebut banyak orang ikatan pemuda futsal suka cewek. Begitu banyak disindir. Pertandingan pada malam minggu itu merupakan pertandingan yang sangat bergengsi. Memang sistem didalam adalah sistem gugur. Tetapi 1 pertandingan malam itu sungguh hebat. Melawan klub ternama di Binjai, IPF yang bermaterikan pemain perkumpulan di Ressort city hanya bisa mengalah dengan skor 3-1. Awalnya hal ini sudah terfikirkan oleh beberapa pemain IPF yang kini telah bersama membangun Kraitong yaitu Heru dan Husni. "Target besar nampaknya tidak bisa kita raih. Lewati penyisihan ini saja sudah sangat bersyukur, apalagi bisa masuk final. Pasalnya bagaimana mau target juara, bermain futsal untuk menemukan permainan saja tidak pernah dalam 1 team bagaimana mau menang. IPF terdiri dari 10 pemain yang terkumpul dari Ressort Binjai. Ada yang masuk melalui informasi teman. Orang-orangnya yaitu:

Kiper: 20-Jefri, Belakang : 6-Heru Herlambang, 8-Rendi Maulana, 7-Irvan Ardiansyah, 2-Sandy, Tengah: 3-Mufari Zuddien, 4-Husniven Gerrard, Depan: 9-Fahri Regar, 5-Novri, 10-Yesroow Ringo. Dengan bermaterikan 10 pemain itu Heru dan kawan-kawan melawan Gabin atau kepanjangan dari Gabungan Binjai. Lawan yang cukup ditakuti. Sedangkan drama pertandingan nya berlangsung cukup sengit. Pada babak pertama IPF menyerah 3-0. Pemain yang masuk dalam babak pertama yaitu Kiper : 20-Jefri Belakang: 6-Heru Herlambang, 2-Sandy Tengah: 5-Novri Depan: 9-Fahri Regar.

Dan pada babak itu juga Jefri kebobolan 3 goal sekaligus. Goal cepat pemain Gabin membuyarkan permainan IPF. Kalah suporter, kalah permainan IPF hanya dapat terdiam. Dan tak lama kemudian Fahri diganti oleh Yesroow, dan Heru diganti oleh Husni. Permainan agak sedikit bertahan. Peluang sesekali didapatkan oleh Sandy sang bek, yang kala itu bertindak sebagai pemain terbaik IPF juga. Dan waktu habis. Babak kedua kembali pertukaran pemain. Husni diganti oleh Zuddien, dan Novri diganti oleh Rendi dan Yesrow diganti oleh Irvan. Permainan yang pada tipekel bertahan semua sehingga tidak ada goal yang terjadi sampai menit terakhir. IPF cenderung bertahan. Kemudian Heru yang bertindak sebagai manajer team kemudian memasukan kembali dirinya dan menggantikan Mufari Zuddien dengan Yesroow. Permainan berubah menyerang. Assist Sandy membawa goal bagi IPF yang dilesakan oleh Yesroow. Skor 3-1. Kemudian Irvan diganti oleh Fahri dan peluang semakin banyak Gabin hanya dapat gigit jari dan terkesan membuang bola saja. Apa mau dikata waktu yang diperkirakan ternyata salah target. Serangan itu akhirnya selesai setelah wasit meniupkan peluit terakhirnya dan habislah sudah IPF kalah 3-1.

Tapi hal ini tidak terlalu menjadi pukulan bagi semua pemain. Hal kewajaran telah terjadi. Tidak pernah main sama. Belum kenal satu sama lainnya mau bermain kompak tentu saja tak bisa. Hari itu benar-benar hari yang sangat melelahkan tapi sangat membanggakan juga. Terima kasih teman-teman telah mau bergabung di team IPF .SC , kata Heru sang manajer. Jika saja waktu berkum pul kita lebih lama pastilah kita bisa juara. Dan pembubaran team akhirnya disahkan. Dan pemain-pemain kembali pada aktifitasnya tersendiri. Ada yang kuliah, terus mencoba dalam testing angkatan, dll. Dan kini Kraitong hadir, semoga team ini dapat menjadi team pelipur lara bagi seluruh penggemar sepak bola di binjai. Terima kasih (hru)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar