Hari ini prestasi telah ditunjukan oleh U-19 Indonesia dalam kualifikasi piala asia 2010 yang di gelar di Indonesia di lapangan Bandung. Dengan melibas China Taipei 6-0 tanpa balas, Indonesia telah menunjukan kualitasnya yang selama ini telah berlatih di Uruguay selama 2 tahun.
Pendidikan yang dikecam itu akhirnya tidak akan terkesan sia-sia apabila hasil yang didapat sesuai target. Setelah semalam mendapat kritikan dari seluruh masyarakat Indonesia kini mereka telah menunjukan kulitasnya sebagai pemain nasional Indonesia. Berkat 2 pemain yang sangat penting bagi team, Alan Martha dan Syamsir Alam menunjukan kualitas permainan nya lebih baik dari rekan-rekannya didalam satu team. Yandi Sofyan Munawar yang biasanya menjadi tulang punggung di lini depan kini telah digaktikan dengan yang lebih baik.
yaitu Alan Martha. Harusnya formasi ini telah ditetapkan dari awal. Sehingga dapat memberikan penyerangan
yang lebih baik. Tapi hal itu semuanya adalah kebijakan dari pelatih, mungkin saja kedua pemain super itu disimpan karena takut diketahui permainannya. Tentu saja, kita bisa mellihat kebanyakan Indonesia seperti itu. Hanya memiliki satu atau dua pemain yang menjadi bintang selebihnya adalah hanya pelengkap penderita. Jadi intinya jika tidak ada ia maka permainan akan hancur. Hal itu sebenarnya sudah dirasakan oleh seluruh team PSSI, maupun yang senior. Sedangkan PSSI yang senior kali ini hanya bertumpu kepada seorang Firman Utina, apabila Firman Utina dimatikan maka habislah sudah Indonesia.
Hmm.., walaupun begitu tetap salut untuk team U-19 Indonesia yang telah membantai China Taipei yang notabene telah menahan imbang Jepang 2-2. Untuk itu tinggal 3 permainan lagi yang harus dimenangkan. Memang target akan susah apabila kedua team ini telah tahu kelemahan U-19 Indonesia yaitu Syamsir Alam dan Alan Martha. Apabila di patahkan atau dijaga ketat habislah sudah. Semoga sang melatih dapat memikirkan ini semua untuk lawan berikutnya. Semangat Indonesia U-19!!!.., (hru)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar