Mufari Zuddien, dream come's true. Mimpinya kini menjadi kenyataan. Dalam beberapa selah pertandingan Zuddien kerap dipanggil kini telah menyampaikan mimpinya yang telah digadang-gadangkan dalam setiap pembicaan dan doanya, yaitu kembali mencetak goal. Seorang striker yang baik haruslah diukur dari kemampuan ia mencetak goal ke gawang lawan. Bukan hanya dari baik permainannya saja.
Pertandingan yang kala itu masih rumor tidak jelas akhirnya terlaksana juga tanpa Heru dan Adit. Pertandingan malam minggu yang akhirnya meminjam 2 pemain asing yaitu Thamrin (kiper) dan Kiki (tengah). 2 pemain itu sangat membantu setelah Kraitong FC kekurangan atau minus pemain yang mengalami cedera dan masalah lainnya.
Kala itu memang skor Kraitong kalah 3-2, hasil wawancara dengan Zuddien. Lawan yang lumayan tangguh memaksa permainan Kraitong harus lebih bertahan. Dalam pertandingan kekompakan memang sudah sedikit bisa diatur, tapi kembali masalah dalam penempatan posisi. Husni terlihat kembali menyalahkan Heru karena tidak adanya lini pertahanan. Harusnya penganti bek ada. Kini malah Husni yang berganti posisi menjadi bek.
Goal Zuddien tercipta akibat diflect dari bola one by one Ivan dengan kiper lawan yang terbilang sangat bagus dari hasil ungkapan Kiki pemain tengah Kraitong. Suntingan yang tidak begitu kencang tapi terarah. Dan goal satunya lagi dari hasil penalti Ivan keras terarah, hingga kiper hebat tersebut tidak mampu mengeluarkan reflek sedikitpun.
Apa boleh dikata, kiper tidak begitu bisa banyak berbicara, Thamrin (kiper) karena tidak terbantu dari hadirnya bek. Akhirnya Kraitong menyerah tipis 2-3 dengan team lawan. Kiki pemain tengan Kraitong mengalami cidera cukup parah. Kaki dari tulang keringnya mengalami pembengkakan, hingga akhirnya Kraitong hanya memainkan satu laga dimalam minggu itu. (hru)
.jpg)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar